BISNIS 24 JAM - Apakah janji kompensasi pemerintah mampu meredam keresahan ribuan warga Bogor Barat yang kehilangan mata pencaharian akibat penutupan tambang?
Mengapa anggaran Rp45 miliar menjadi sorotan publik ketika ribuan keluarga masih menunggu kepastian pencairan bantuan?
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyiapkan anggaran Rp45 miliar untuk memberikan kompensasi kepada warga Kabupaten Bogor terdampak penutupan aktivitas tambang.
Baca Juga: Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara: KPK Selidiki Aliran Dana hingga Kantor Pusat DJP
Kebijakan ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut menyasar warga yang sebelumnya belum menerima kompensasi tahap awal pada Desember 2025.
Pemprov Jawa Barat Menyasar Ribuan Keluarga Terdampak Penutupan Tambang
Pemprov Jawa Barat mencatat sebanyak 15.293 Kepala Keluarga di Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin masuk daftar penerima bantuan lanjutan.
Baca Juga: Tambang Emas Ilegal Poboya Memanas: 4 Data Kontras Pernyataan Wakapolda dan Gubernur Sulteng
Setiap keluarga direncanakan memperoleh Rp3 juta sebagai kompensasi satu bulan pascapenutupan tambang.
Program ini melengkapi penyaluran tahap awal kepada 2.938 KK yang telah menerima bantuan pada Desember 2025.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyatakan pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan seluruh kewajiban kompensasi secara bertahap.
Baca Juga: Greenland Jadi Sorotan: Presiden Emmanuel Macron Kirim Pasukan, Jaga Kepentingan Eropa di Arktik
Menurut Dedi, kebijakan ini diambil untuk memastikan warga terdampak tidak kehilangan sumber penghidupan secara tiba-tiba.
Ia menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak kebijakan publik.
Artikel Terkait
Hilirisasi Bauksit: Harga Bijih 40 Dolar AS Berubah Menjadi Aluminium Bernilai 2.900 per Dolar AS Ton
Produksi Batu Bara IATA Tembus 3,56 Juta MT pada 2025, Siap Gaspol 179% di 2026
Akumulasi Saham Barito oleh BlackRock hingga Dimensional Terungkap dalam Pembelian Saham
Forbes Rilis Pengusaha Wirastuty Fangiono Menjadi Konglomerat Perempuan Termuda Indonesia
Aksi 14 Januari 2026: Ratusan Warga Cianjur Kepung Alat Berat Proyek PLTP Geothermal
Rupiah Semakin Dekati Rp17.000 per Dolar AS, Bank Indonesia Aktif Jaga Stabilitas Awal 2026
Greenland Jadi Sorotan: Presiden Emmanuel Macron Kirim Pasukan, Jaga Kepentingan Eropa di Arktik
Ketidakpastian Risiko Jadi Penghalang Utama Investasi Proyek Strategis, Begini Kata Agus Marto
Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara: KPK Selidiki Aliran Dana hingga Kantor Pusat DJP
Tambang Emas Ilegal Poboya Memanas: 4 Data Kontras Pernyataan Wakapolda dan Gubernur Sulteng