Warga menyuarakan kekhawatiran terhadap hilangnya pendapatan setelah tambang dihentikan operasionalnya.
Pemprov Jawa Barat menilai pendekatan dialog dan bantuan sosial menjadi langkah paling relevan.
Baca Juga: Akumulasi Saham Barito oleh BlackRock hingga Dimensional Terungkap dalam Pembelian Saham
Dedi Mulyadi mengimbau masyarakat tidak terprovokasi informasi yang tidak jelas sumbernya.
Ia meminta warga menunggu proses resmi yang sedang berjalan sesuai mekanisme pemerintahan.
Pemprov berjanji menyampaikan perkembangan secara terbuka kepada publik.****
Artikel Terkait
Hilirisasi Bauksit: Harga Bijih 40 Dolar AS Berubah Menjadi Aluminium Bernilai 2.900 per Dolar AS Ton
Produksi Batu Bara IATA Tembus 3,56 Juta MT pada 2025, Siap Gaspol 179% di 2026
Akumulasi Saham Barito oleh BlackRock hingga Dimensional Terungkap dalam Pembelian Saham
Forbes Rilis Pengusaha Wirastuty Fangiono Menjadi Konglomerat Perempuan Termuda Indonesia
Aksi 14 Januari 2026: Ratusan Warga Cianjur Kepung Alat Berat Proyek PLTP Geothermal
Rupiah Semakin Dekati Rp17.000 per Dolar AS, Bank Indonesia Aktif Jaga Stabilitas Awal 2026
Greenland Jadi Sorotan: Presiden Emmanuel Macron Kirim Pasukan, Jaga Kepentingan Eropa di Arktik
Ketidakpastian Risiko Jadi Penghalang Utama Investasi Proyek Strategis, Begini Kata Agus Marto
Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara: KPK Selidiki Aliran Dana hingga Kantor Pusat DJP
Tambang Emas Ilegal Poboya Memanas: 4 Data Kontras Pernyataan Wakapolda dan Gubernur Sulteng