Menurut CEO Danantara, tujuan inisiatif ini adalah meningkatkan benchmark investasi yang transparan, memperluas akses investor, dan menghadirkan produk pasar modal Indonesia yang relevan secara global.
Baca Juga: Target Pajak Baru Tercapai 70 Persen, Pernyataan Purbaya Soal Pajak DPR Picu Perdebatan Komisi XI
Implikasi Bagi Pasar Modal dan Investor Ritel
Dengan pendekatan selektif seperti ini, Danantara bisa jadi memberi sinyal stabilitas bagi pasar modal nasional.
Investor ritel dan institusi mungkin melihat ini sebagai titik balik menuju investasi berdasarkan fundamental, bukan spekulasi volatil.
Di samping itu, inisiatif indeks dan ETF global bisa menarik minat investor luar negeri — meningkatkan likuiditas sekaligus daya tarik jangka panjang.
Baca Juga: Jejak 4 Transaksi Besar Rp100 M di Rekening PBNU, Dokumen Audit Pengaruhi Evaluasi Gus Yahya
Kata Mereka — Danantara Masuk Secara Hati-Hati
Ali Setiawan menegaskan bahwa korporasi tidak tergoda oleh saham “gorengan”.
“Kita tidak akan ke saham-saham gorengan atau saham yang PE-nya luar biasa,” ujarnya.
Bagi Danantara, investasi bukan soal mengejar cuan cepat, melainkan membangun portofolio yang solid, likuid, dan berjangka panjang — demi stabilitas keuangan korporasi dan masa depan pasar modal Indonesia.****
Artikel Terkait
6 Pertimbangan Syuriyah PBNU yang Menjadi Dasar Pemberhentian Gus Yahya dari Tanfidziyah
Prabowo Targetkan 1 MW PLTS per Desa, Pemerintah Percepat Eksekusi dan Penertiban Tambang Ilegal
Temuan Anomali Bandara IMIP: Menhan Soroti Absennya Aparat Negara di Fasilitas Strategis
4 Pilar Strategis Kompas100 CEO Forum 2025 untuk Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
IHSG Cetak Rekor Baru 8.602: Data Penguatan 0,94 Persen dan Respons Menkeu Undang Penasaran
Jejak 4 Transaksi Besar Rp100 M di Rekening PBNU, Dokumen Audit Pengaruhi Evaluasi Gus Yahya
Target Pajak Baru Tercapai 70 Persen, Pernyataan Purbaya Soal Pajak DPR Picu Perdebatan Komisi XI
Kasus Tumbler Rp300 Ribu yang Viral: Dampak Nyata terhadap Petugas Lini Depan dan Reaksi Publik
Tensi PBNU Meningkat: Ini Alasan Syuriyah Ajukan Desakan Mundur dan Respons Resmi Gus Yahya
Penggeledahan di 8 Lokasi: Kejagung Dalami Dugaan Korupsi Pajak 2016–2020 yang Seret Dirut PT Djarum