nasional

8 Hari Informasi Prediksi Siklon Senyar: Kenapa Pemda Tak Gerak Cepat Antisipasi Banjir Bandang?

Selasa, 2 Desember 2025 | 16:30 WIB
Penanganan darurat bencana hidromteorologi di Sumatra Utara (Facebook.com @Badan Nasional Penanggulangan Bencana)

BISNIS24JAM.COM - Mengapa banjir bandang dan longsor di berbagai daerah terus berulang meski peringatan dini sudah dikirimkan jauh hari sebelumnya?

Apakah pemerintah daerah sebenarnya memahami risiko yang mengancam warganya sebelum cuaca ekstrem benar-benar datang?

Banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh kembali menjadi evaluasi utama dalam rapat koordinasi di Kemendagri pada 1 Desember 2025.

Baca Juga: Investasi 4 Miliar Dolar AS Lotte Chemical Indonesia Masuk Evaluasi Strategis Danantara

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menegaskan bahwa pemda harus memahami risiko dan mitigasi bencana sejak awal.

Raditya menilai sebagian pemimpin daerah masih menyalahkan curah hujan ekstrem sebagai penyebab utama bencana hidrometeorologi.

Ia mengatakan bencana sering terjadi karena tata ruang tidak sesuai aturan dan warga mendirikan rumah di sempadan sungai.

Baca Juga: Ribuan Meter Kubik Kayu Terseret Banjir Sumatra, Kemenhut Telusuri Legalitas dan Rantai Distribusi PHAT

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sudah Diberikan Sejak Delapan Hari

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa peringatan dini terkait siklon tropis Senyar sudah disampaikan delapan hari sebelum puncak hujan.

Ia menegaskan bahwa BMKG kembali mengulang warning empat hari dan dua hari sebelum bencana.

Fathani mengungkapkan bahwa press release resmi juga dikirim empat hari sebelum bencana untuk Aceh dan Sumatera Barat serta delapan hari untuk Sumatera Utara.

Baca Juga: 450 Lokasi Tambang Emas Ilegal di Aceh dan 3.700 Ha Lahan Rusak: Mengapa Penertiban Mandek?

Tata Ruang Bermasalah Dianggap Jadi Pemicu Besar Bencana

Raditya menyoroti pelanggaran tata ruang seperti bangunan yang berdiri tepat di sempadan sungai di wilayah Jabodetabekpunjur.

Menurutnya kondisi tersebut meningkatkan potensi banjir karena aliran sungai terhambat dan kapasitas penampang berkurang.

Halaman:

Tags

Terkini