Kawasan Batang Toru Dinilai Kehilangan Fungsi Hidrologis Alami
Ekosistem Batang Toru dikenal sebagai habitat kunci satwa endemik dan penyangga hidrologis yang menahan limpasan air dari lereng curam Tapanuli.
Sejumlah ahli lingkungan menyebut hilangnya hutan primer dapat mengurangi kapasitas serapan air tanah, yang menciptakan limpasan permukaan lebih besar ke daerah permukiman.
Data Badan Meteorologi menunjukkan intensitas hujan tinggi memicu kenaikan debit sungai, tetapi kondisi itu diperburuk oleh kawasan yang kehilangan vegetasi pelindung.
Baca Juga: Tensi PBNU Meningkat: Ini Alasan Syuriyah Ajukan Desakan Mundur dan Respons Resmi Gus Yahya
Pemerintah Diminta Melakukan Audit Lingkungan Terpadu
Direktur WALHI Sumut, melalui keterangan resmi, meminta pemerintah melakukan audit lingkungan terpadu terhadap seluruh aktivitas korporasi di kawasan Batang Toru.
WALHI Sumut menyebut audit diperlukan untuk memastikan kepatuhan AMDAL serta menilai dampak jangka panjang terhadap masyarakat dan fungsi ekologis Harangan Tapanuli.
Audit independen dapat memberi gambaran objektif mengenai perubahan bentang alam dan risiko bencana di masa depan.
Baca Juga: Target Pajak Baru Tercapai 70 Persen, Pernyataan Purbaya Soal Pajak DPR Picu Perdebatan Komisi XI
Tekankan Pentingnya Pemulihan Lingkungan dan Ekosistem
Restorasi vegetasi adalah langkah penting untuk mengembalikan fungsi penyangga alami kawasan Batang Toru.
Pemulihan lahan pada lereng curam harus diprioritaskan karena berkaitan langsung dengan stabilitas tanah dan kapasitas serapan air kawasan.
Miitigasi dapat dilakukan melalui penguatan struktur tanah serta penghentian aktivitas yang berpotensi memperluas area terbuka di zona sensitif.****
Artikel Terkait
IHSG Cetak Rekor Baru 8.602: Data Penguatan 0,94 Persen dan Respons Menkeu Undang Penasaran
Jejak 4 Transaksi Besar Rp100 M di Rekening PBNU, Dokumen Audit Pengaruhi Evaluasi Gus Yahya
Target Pajak Baru Tercapai 70 Persen, Pernyataan Purbaya Soal Pajak DPR Picu Perdebatan Komisi XI
Kasus Tumbler Rp300 Ribu yang Viral: Dampak Nyata terhadap Petugas Lini Depan dan Reaksi Publik
Tensi PBNU Meningkat: Ini Alasan Syuriyah Ajukan Desakan Mundur dan Respons Resmi Gus Yahya
Penggeledahan di 8 Lokasi: Kejagung Dalami Dugaan Korupsi Pajak 2016–2020 yang Seret Dirut PT Djarum
Alasan Syuriyah Menegaskan Keputusan Final Pemberhentian Ketum PBNU Gus Yahya
6 Kriteria Saham Incaran Danantara Indonesia, Fokus Fundamental dan Hindari Risiko Tinggi di BEI
Sorotan Baru: Pernyataan Pejabat Pemerintah Picu Perdebatan Status Bandara Khusus IMIP
Negosiasi 25–30 Persen Saham Lotte Chemical Indonesia Masuki Tahap Uji Tuntas Danantara