• Sabtu, 18 April 2026

Data WALHI: 7 Aktivitas Industri Dinilai Ubah Struktur Harangan Tapanuli dan Tingkatkan Risiko Bencana

Photo Author
Budi Purnomo, Bisnis 24 Jam
- Senin, 1 Desember 2025 | 16:02 WIB
Sungai Batang Toru pada musim hujan yang debitnya meningkat cepat, memicu kekhawatiran masyarakat. (Dok. bnpb.go.id)
Sungai Batang Toru pada musim hujan yang debitnya meningkat cepat, memicu kekhawatiran masyarakat. (Dok. bnpb.go.id)

Kawasan Batang Toru Dinilai Kehilangan Fungsi Hidrologis Alami

Ekosistem Batang Toru dikenal sebagai habitat kunci satwa endemik dan penyangga hidrologis yang menahan limpasan air dari lereng curam Tapanuli.

Sejumlah ahli lingkungan menyebut hilangnya hutan primer dapat mengurangi kapasitas serapan air tanah, yang menciptakan limpasan permukaan lebih besar ke daerah permukiman.

Data Badan Meteorologi menunjukkan intensitas hujan tinggi memicu kenaikan debit sungai, tetapi kondisi itu diperburuk oleh kawasan yang kehilangan vegetasi pelindung.

Baca Juga: Tensi PBNU Meningkat: Ini Alasan Syuriyah Ajukan Desakan Mundur dan Respons Resmi Gus Yahya

Pemerintah Diminta Melakukan Audit Lingkungan Terpadu

Direktur WALHI Sumut, melalui keterangan resmi, meminta pemerintah melakukan audit lingkungan terpadu terhadap seluruh aktivitas korporasi di kawasan Batang Toru.

WALHI Sumut menyebut audit diperlukan untuk memastikan kepatuhan AMDAL serta menilai dampak jangka panjang terhadap masyarakat dan fungsi ekologis Harangan Tapanuli.

Audit independen dapat memberi gambaran objektif mengenai perubahan bentang alam dan risiko bencana di masa depan.

Baca Juga: Target Pajak Baru Tercapai 70 Persen, Pernyataan Purbaya Soal Pajak DPR Picu Perdebatan Komisi XI

Tekankan Pentingnya Pemulihan Lingkungan dan Ekosistem

Restorasi vegetasi adalah langkah penting untuk mengembalikan fungsi penyangga alami kawasan Batang Toru.

Pemulihan lahan pada lereng curam harus diprioritaskan karena berkaitan langsung dengan stabilitas tanah dan kapasitas serapan air kawasan.

Miitigasi dapat dilakukan melalui penguatan struktur tanah serta penghentian aktivitas yang berpotensi memperluas area terbuka di zona sensitif.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X