• Sabtu, 18 April 2026

Kayu Gelondongan di Lokasi Bencana Dorong DPR Evaluasi Kebijakan Kehutanan dan Mitigasi Hulu

Photo Author
Budi Purnomo, Bisnis 24 Jam
- Rabu, 3 Desember 2025 | 09:15 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meninjau data lapangan terkait material kayu yang terbawa arus banjir.   (Instagram.com @alexindralukmanofficial)
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meninjau data lapangan terkait material kayu yang terbawa arus banjir. (Instagram.com @alexindralukmanofficial)

Prediksi Siklon Tropis dan Urgensi Mitigasi Jangka Panjang

Alex juga mengingatkan bahwa fenomena siklon tropis yang memicu cuaca ekstrem dapat berulang pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Data Kemenhut: 80 Persen Kayu Banjir Sumatra Berasal dari Pohon Lapuk dan Penebangan Sah PHAT

Ia menilai bahwa kawasan perbukitan dan daerah aliran sungai membutuhkan mitigasi yang lebih kuat agar tidak mudah runtuh ketika curah hujan naik signifikan.

Kebijakan kehutanan yang lebih adaptif terhadap risiko bencana ekstrem dianggap penting untuk meminimalkan potensi banjir bandang dan longsor.

Ia menambahkan bahwa desain kebijakan baru perlu mempertimbangkan risiko jangka panjang serta ketahanan ekosistem.

Baca Juga: Banjir Bandang Tapanuli Meningkat, WALHI Soroti Dampak Pembukaan Lahan oleh 7 Korporasi

Koordinasi Pemerintah untuk Bantu Masyarakat Terdampak

Alex menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini tetap pada penanganan warga terdampak bencana.

Ia menilai bahwa bantuan logistik, kesehatan, dan kebutuhan dasar harus bergerak lebih cepat di lapangan.

Ia menambahkan bahwa penanganan darurat dan evaluasi kebijakan lingkungan harus berjalan beriringan.

Baca Juga: Wilayah Operasi Penelusuran Kayu Banjir Sumatera Ungkap Modus Baru Penyalahgunaan Skema PHAT

Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait menjadi kunci agar penanganan dapat berjalan efektif dan menyeluruh.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X